kucing Hoki (maneki neko)

Rabu, 18 Januari 2012
Ini patung kucing yang lucu. Bentuknya mungil dengan satu tangan yang terangkat ke atas. Yang menggemaskan, tangan si kucing selalu bergerak seolah sedang melambai. Para pedagang dan pemilik toko percaya, kucing berwarna putih atau keemasan, antara lain bertuliskan "mendatangkan uang memasukkan benda pusaka", ini bisa menarik pelanggan untuk datang dan berbelanja. Karenanya, patung kecil ini biasa diletakkan di dekat pintu masuk toko atau meja kasir.


Tapi harus saya katakan, ini hanyalah mitos. Ramai tidaknya sebuah pusat perbelanjaan bukan disebabkan oleh lambaian tangan patung seekor kucing, melainkan karena usaha dan kerja keras pemiliknya.
Menariknya, patung kucing yang sedang melambaikan tangan, itu sebenarnya berasal dari Jepang. Dikisahkan pada masa Edo (江戶) sekitar 1615-1623 Masehi, di Distrik Setagaya, wilayah Han Hikone terdapat sebuah kuil tua bernama Gotokuji (宏德寺). Pemimpin kuil memiliki seekor kucing bernama Gyoku (玉). Meskipun hidup kekurangan, ia tak pernah lupa memberi kucingnya makan.
Tetapi suatu malam, kepala kuil betul betul kehabisan makanan. Tanpa sadar ia berkata kepada kucingnya yang sedang tidur, "Kau tentu tahu betapa miskinnya kita, apakah kau memiliki jalan keluar?" Si kucing rupanya tidak sepenuhnya tidur, ia mendengar keluhan tuannya. Lalu tanpa mengeluarkan suara, kucing tersebut berjalan keluar.
Keesokan harinya hujan turun dengan lebatnya. Seorang pejabat bernama Li Naotaka (井伊直考) yang sedang berjalan jalan, berteduh di depan kuil. Tetapi di depan pintu ia dikejutkan oleh seekor kucing yang melambai lambaikan tangan kepadanya. Terbujuk rasa ingin tahu, ia mengikuti kucing tersebut masuk ke dalam menuju altar utama. Kilat menyambar, pohon di dekat pintu kuil, lalu tumbang.
Petinggi Li Naotaka yang merasa terhindar dari musibah berterima kasih kepada kucing dan menjadikan kuil tersebut sebagai tempat beribadah keluarga. Setelah Li Naotaka meninggal, kuil Gotokuji berganti nama menjadi Manekineko-do (豪德寺). Di kemudian hari, kuil yang menjadikan kucing sebagai dewa rezeki itu dikenal sebagai Kuil Kucing.
Menurut cerita, di daerah itu juga tinggal seorang nenek yang memelihara seekor kucing. Karena tidak bisa memberi makan, terpaksa ia memberikan binatang peliharaannya itu pada salah seorang kerabat. Tapi malamnya ia bermimpi, kucingnya itu menyuruh si nenek membuat boneka kucing supaya mendapatkan banyak uang.
Sang nenek menurutinya. Ia membuat patung kucing dan meletakkannya di altar. Dan entah bagaimana, kabar gembira datang silih berganti. Hidup si nenek tak lagi bergantung pada orang lain. Para tetangga yang mengetahui hal itu pun ramai ramai datang meminjam patung kucing. Karena banyak permintaan, si nenek meminta perajin membuat patung patung kucing yang sama. Ia lalu membuka sebuah toko khusus yang menjual patung kucing. Bisnisnya sangat laris dan terkenal hingga ke mana-mana!
Itulah asal-usul patung kucing melambai yang sekarang menjadi alat feng shui. Lalu setelah mengetahuinya, masihkah Anda menggantungkan keberuntungan pada patung seekor kucing?
______________
Catatan Tim AndrieWongso.com:
Xiang Yi adalah seorang penulis dan ahli ilmu fengshui. Tulisan di atas, diambil dari bukunya, "Membongkar Mitos Feng Shui" (BiP/2007).

0 komentar:

Poskan Komentar